Usai Tembus Rekor, Wall Street Dibuka Landai : Okezone Economy

0


NEW YORK – Wall Street dibuka datar cenderung mixed pada perdagangan Selasa (14/1/2020) waktu setempat. Hal ini dikarenakan investor mengambil jeda nafas setelah mencapai rekor pada perdagangan sebelumnya.

Mengutip Reuters, Jakarta, Selasa (14/1/2020), Dow Jones naik 4 poin atau 0,01%, sementara itu, S&P 500 turun 2,75 poin atau 0,08%. Sedangkan, Nasdaq turun 13 poin atau 0,14%.

 Baca juga: Top! Wall Street Cetak Rekor Lagi

S&P 500 dan Nasdaq baru saja mencapai rekor tertingginya pada perdagangan Senin 13 Januari 2020. Rekor tersebut ditopang akan kesepakatan perdagangan Fase 1 antara AS-China mendekati kesepakatan.

 Wall Street

Selain itu, Saham JPMorgan Chase & Co (JPM.N), bank dengan aset terbesar di AS, naik 1,7% dalam perdagangan pra-pasar setelah laba kuartal keempat mengalahkan perkiraan Wall Street. Hal ini didorong oleh kekuatan dalam bisnis perdagangannya dan biaya penjaminan emisi yang lebih tinggi.

 Baca juga: Wall Street Melemah Imbas Data Pekerja AS Tumbuh Melambat

Citigroup Inc (C.N) dan Wells Fargo & Co (WFC.N) juga akan melaporkan hasil sebelum pasar dibuka, masing-masing naik sekitar 0,8%.

China telah berjanji untuk membeli hampir tambahan USD80 miliar barang-barang manufaktur dari Amerika Serikat selama dua tahun ke depan, ditambah lebih dari USD50 miliar lagi dalam pasokan energi. Musim laporan keuangan sudah dimulai, investor berharap bahwa resolusi untuk perang dagang AS-China akan mendorong perusahaan menjadi lebih kuat.

Delta Air Lines Inc (DAL.N) melonjak 4,4% setelah melaporkan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, didorong oleh pelanggan yang diperoleh dari pembatalan 737 MAX maskapai penerbangan saingannya.

Saham-saham terbang tinggi Apple Inc APPL.O, Amazon.com Inc (AMZN.O), Microsoft Corp (MSFT.O) dan Facebook Inc (FB.O) semuanya sedikit lebih rendah setelah membawa pasar ke level rekor.

Pengecer videogame GameStop Corp (GME.N) turun 8,1% setelah memangkas prospek fiskal 2019 untuk laba dan penjualan toko yang sama, karena pelanggan menunda pembelian konsol sebelum peluncuran baru.



Source link