Upaya KPK Memburu Harun Masiku : Okezone Nasional

0


JAKARTA – Mantan Calon Anggota Legislatif (Caleg) Harun Masiku telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu melarikan diri ke luar negeri.

Tak patah arang, lembaga pimpinan Firli Bahuri itu terus memburu Harun untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Harun diketahui, terbang ke luar negeri pada 6 Januari 2020, atau dua hari sebelum KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan.

Harun menjadi tersangka pemberi suap terhadap Wahyu untuk memuluskannya menjadi anggota DPR, melalui mekanisme penggantian antarwaktu (PAW). Proses PAW dilakukan untuk mencari pengganti Nazaruddin Kiemas yang meninggal dunia.

Selain Harun dan Wahyu, KPK juga menetapkan mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF), serta pihak swasta, Saeful (SAE), sebagai tersangka.

Baca Juga: DKPP: Ada 3 Tuduhan terhadap Wahyu Setiawan

Dalam perkara ini, Wahyu diduga meminta fee Rp900 juta untuk meloloskan Harun Masiku sebagai anggota DPR pengganti Nazaruddin Kiemas. Namun, Wahyu diduga baru akan menerima Rp600 juta dari proses pelolosan tersebut.

Harun Masiku Foto: KPU

Uang Rp600 juta dibagi dalam dua tahapan. Pada tahap pertama, ada aliran suap untuk Wahyu Rp400 juta yang saat ini masih didalami sumbernya. Wahyu baru menerima Rp200 juta dari total Rp400 juta. Sisanya Rp200 Juta diduga digunakan oleh pihak lain.

Pada tahapan pemberian suap kedua, Wahyu rencananya akan menerima Rp400 juta. Uang itu bersumber dari Harun Masiku melalui Saeful yang diserahkan salah seorang pengurus DPP PDIP. Namun, uang Rp400 juta itu masih di tangan Agustiani dan belum sempat diterima Wahyu karena keburu ditangkap KPK.

Berikut upaya KPK dalam memburu Harun dalam pelariannya:

– KPK Ajukan Permohonan Cekal

KPK sudah mengirimkan surat permohonan pencekalan ke luar negeri untuk Harun Masiku ke Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Harun lolos dalam OTT KPK pada 8-9 Januari 2020. Belakangan diketahui Harun sudah pergi ke luar negeri pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum operasi senyap itu berlangsung. Kabarnya ia berada di Singapura.

Dirjen Imigrasi Kemenkumham, Roni F. Sompie mengatakan, akan menerjunkan perwakilan di Singapura guna mengetahui di mana lokasi persembunyian Harun Masiku.

“Ya bersama, bukan hanya di Singapura karena itu kan kerja sama Internasional kalau khusus Asean itu sudah berjalan dengan baik, ada Aseanapol itu untuk kepolisian, ada DGICM berkaitan dengan imigrasi jadi kita bisa mengkoordinasikan bersama kepentingan negara Asean itu biasanya saling mendukung satu sama lain,” katanya.

– KPK Minta Harun Masiku Serahkan Diri 

Selain mengajukan permohonan cekal, KPK tetap melakukan langkah persuasif dengan mengimbau Harun itu menyerahkan diri.

“KPK meminta tersangka HAR segera menyerahkan diri ke KPK,” kata Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis 9 Januari 2020.

– KPK Geledah Apartemen Harun Masiku 

Penggeledahan di apartemen milik Harun Masiku dilakukan untuk mencari bukti tambahan dalam kasus dugaan suap guna memuluskannya menjadi anggota DPR melalui mekanisme PAW. Ada dokumen penting yang ditemukan untuk menguak kasus dan keberadaan Harun.

“Kami belum bisa sampaikan hasil penggeledahan. Info sementara dari teman-teman yang di lapangan mendapatkan beberapa dokumen yang signifikan dan itu antara lain untuk mencari tersangka Pak HAR,” ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa 14 Januari 2020.

– KPK Gandeng Interpol, Polri hingga Kemenlu 

Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan, akan terus berupaya memburu Harun Masiku yang hingga kini masih buron. KPK, lanjut dia, telah melakukan kerjasama dengan Kemenkumham, Polri, hingga Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

“Kita juga sudah mengirimkan surat ke Kemenkumham kita berkoordinasi dengan Polri karena Polri miliki jaringan yang cukup luas, baik itu menggunakan jalur Senior Liaison Officer yang ada di luar negeri dan kita minta bantuan kepada Polri. Karena beberapa waktu pengalaman kita tahu persis ada beberapa tersangka yang keluar negeri juga itu kita minta bantuan kepada Polri,” ujar Firli.

– KPK Segera Kirim Surat DPO Harun Masiku 

KPK segera mengirimkan nama Harun Masiku ke Polri untuk dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Hal itu dilakukan karena sejauh ini, Harun masih belum mau bersikap kooperatif.

“Mudah-mudahan surat-suratnya bisa dikirim hari ini ke Polri,” kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango saat dikonfirmasi awak media, Rabu 15 Januari 2020.



Source link