Teknologi Modifikasi Cuaca Turunkan Intensitas Hujan hingga 50% di Jabodetabek : Okezone techno

0


JAKARTA – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang P.S Brodjonegoro mengungkapkan bahwa Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) mampu menurunkan intensitas hujan 30 hingga 50 persen di wilayah Jabodetabek. Hal tersebut diungkapkan Menristek saat melakukan kunjungan ke posko Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau progres operasi Teknologi Modifikasi Cuaca guna meredistribusi dan mengurangi potensi curah hujan di wilayah Jabodetabek.

“Berdasarkan statistik, kita mampu mengurangi antara 30 sampai 50 persen dari hujan yang seharusnya jatuh di sini (Jabodetabek),” kata Bambang, dalam keterangan resminya, Senin (13/1/2020).

Lebih lanjut, Bambang berharap bahwa program TMC dapat digunakan tidak saja untuk di musim hujan, untuk memindahkan tempat turunnya hujan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi karhutla (kebakaran hutan dan lahan).

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan akan mengoptimalkan upaya penerapan TMC, mengingat saat ini memasuki puncak musim hujan. Ia menjelaskan saat ini pelaksanaan operasi TMC untuk penanggulangan banjir Jabodetabek 2020 sudah memasuki hari ke sembilan.

 Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) mampu menurunkan intensitas hujan 30 hingga 50 persen di wilayah Jabodetabek.

Baca juga: Distop Microsoft, Ini Risiko Gunakan Windows 7 Setelah 14 Januari

Bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan TNI Angkatan Udara, Hammam Riza mengatakan khusus tanggal 10-13 Januari 2020 operasi modifikasi cuaca akan berjalan lebih intensif.

“Kami akan terbang hingga empat sampai lima sorti penerbangan. Ini sebagai ikhtiar untuk mengurangi potensi curah hujan yang sangat tinggi, mengingat memasuki puncak musim hujan,” ungkap Hammam.

Untuk mendukung operasi TMC, TNI AU mengerahkan dua pesawat yaitu CN-295 Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta dan C-212 Cassa Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh Malang.

Untuk diketahui, TMC dilaksanakan dengan menyemai garam NaCl di awan aktif dari kabin pesawat CN-295 dan C-212 Cassa yang sudah dimodifikasi dengan konsul khusus. Sekali terbang, CN-295 mampu membawa garam 2.4 ton dan C-212 berkapasitas 800 kg. Rata-rata dalam sehari, pesawat TNI AU mampu melaksanakan tiga kali sorti penerbangan, disesuaikan kondisi di lapangan.



Source link