Reka Ulang, Pembunuh Hakim Jamaluddin Peragakan 15 Adegan : Okezone Nasional

0



MEDAN – Subdit Krimum Polda Sumatera Utara menggelar rekonstruksi rencana pembunuhan terhadap Jamaluddin, hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara, Senin (13/1/2020).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, Kombes Andi Rian menyebutkan, dalam rekonstruksi tersebut, para tersangka memperagakan sebanyak 15 adegan. Proses rekonstruksi mengambil tempat di setidaknya lima lokasi penting tempat pembahasan perencanaan dilakukan.

“Total ada 15 adegan hari ini di lima lokasi yang kita anggap paling penting terkait perencanaan itu,” sebut Andi Rian di lokasi rekonstruksi.

 Baca juga: Rekonstruksi Rencana Pembunuhan Hakim Jamaluddin, Istri Korban Curhat Ingin Mati

Kata Andi, lokasi pertama di gedung bekas cafe “Warung Everyday” di Kompleks OCBC, Jalan Gagak Hitam, Kota Medan. Di lokasi tersebut pertama kali tercetus niat untuk membunuh hakim Jamaluddin dari tersangka Jefri Pratama, setelah Jefri mendengar curhatan istri hakim Jamaluddin, Zuraidah Hanum yang juga menjadi tersangka otak pelaku pembunuhan itu.

“Pertemuan itu di awal November 2019. Di situ kita peragakan satu adegan,” sebut Andi Rian.

Sedangkan lokasi rekonstruksi kedua berada di sebuah warung makan di bilangan Setiabudi, Medan. Warung itu adalah tempat tinggal Reza Pahlevi, sang eksekutor.

“Di sana di rekonstruksi tersangka Jefri mengajak tersangka Reza untuk menghabisi hakim Jamaluddin. Tersangka Reza dan Jefri ini saudara beda ibu,” sebutnya.

 Baca juga: Kejaksaan Terima SPDP Kasus Kematian Hakim Jamaluddin

Sementara itu, lokasi rekonstruksi ketiga dilakukan di cafe “Kopi Town” Jalan Ngumban Surbakti, Medan. Di cafe tersebut diperagakan tiga adegan. Mulai dari adegan ketiga tersangka pertama kali bertemu, hingga tersangka Zuraida menjanjikan upah kepada tersangka Reza.

“Di lokasi ini ketiga tersangka pertama kali bertemu. Saat bertemu, Zuraida melalui Jefri menceritakan masalahnya dengan sang suami Jamaluddin yang sudah sangat pelik. Zuraida kemudian meminta bantuan Reza untuk membunuh hakim Jamaluddin. Di situ rencana itu dimatangkan,” sebut Andi Rian.

Dalam pertemuan tanggal 25 November 2019 itu, Reza sempat meragukan niat Zuraidah. Dia bahkan sempat menuduh Zuraidah memanfaatkan sang kakak Jefri.

“Tapi karena sudah diyakinkan, akhirnya tersangka Reza setuju. Dia lalu diberikan uang Rp2 juta untuk membeli perlengkapan seperti sebo, ponsel, sarung tangan dan sejumlah barang lain untuk eksekusi tersebut,”tambah Andi Rian.

Di cafe itu pula, kata Andi, Zuraidah dan Jefri menjanjikan imbalan kepada tersangka Reza, jika aksi mereka berhasil.

“Tersangka Zuraidah dan Jefri berencana menikah setelah aksi tersebut berhasil. Sementara tersangka Reza akan diberikan sejumlah uang dan imbalan lainnya,” terangnya.

Hingga saat ini, proses rekonstruksi masih berlangsung. Lokasi rekonstruksi keempat dilaksanakan di Pasar Melati, Medan, tempat tersangka Reza membeli perlengkapan untuk mengeksekusi hakim Jamaluddin.

Sementara lokasi kelima, di perumahan Mercy, Kecamatan Medan Johor.

“Hari ini seluruhnya rekonstruksi untuk perencanaan pembunuhan. Sementara untuk rekonstruksi eksekusi, rencananya akan kita laksanakan pada hari Kamis, 16 Januari 2020 mendatang.



Source link