Polisi Bongkar Pemalsuan Pupuk di Wonogiri : Okezone News

0



WONOGIRI – Pabrik pupuk palsu yang dibongkar Polda Jateng di Pracimantoro, Wonogiri, diketahui menggunakan bahan sama untuk semua jenis pupuk yang diproduksi.

Pemilik pabrik memberi merek dan jenis pupuk hanya berdasar warna. Pupuk tersebut tak memberi dampak terhadap perkembangan tanaman padi.

Informasi yang dihimpun, Jumat 28 Februari 2020, para pemilik pabrik pembuatan pupuk diduga palsu di Wonogiri dan Gunung Kidul, DIY, menggunakan cara dan bahan yang sama dalam proses produksi. Bahan yang mereka gunakan pun asal-asalan saja, yakni kalsit (serbuk gamping), kaolin (serbuk tanah liat), basar (batuan yang dilembutkan), serbuk arang, dan pewarna.

Semua bahan baku ditempatkan di lokasi yang sama. Ada tempat untuk mencampur berbagai bahan. Pabrik itu memiliki empat mesin pembuat granul atau butiran yang berbentuk seperti wajan berukuran besar. Selain itu terdapat dua oven berbentuk tabung.

Salah satu pekerja, Iswanto, 39, membeberkan bahan yang digunakan untuk membuat beberapa jenis pupuk sama saja. Prosesnya menyesuaikan jenis pupuk yang diinginkan, yakni NPK atau SP-36.

Dia mencontohkan pembuatan pupuk jenis SP-36 bahan dasarnya kalsit, kaolin, dan basar dicampur dengan serbuk arang sebagai pewarna hitam. Setelah tercampur bahan dibuat butiran kecil menggunakan mesin berbentuk wajan besar yang berputar.

Iswanto menyebutnya screen. Hasil penyaringan kemudian dikemas menggunakan kresek berukuran 50 kg/kresek. Produk diberi warna hitam agar menyerupai SP-36 asli.

“Kalau mau bikin jenis lain bahan yang tidak dipakai hanya arang. Bahan yang sudah tercampur tinggal diberi warna saat proses pembentukan granul. Pewarnaannya dengan cara disemprotkan,” kata Iswanto diamini rekan kerjanya di pabrik, Sriyono, seperti dilansir dari Solopos.

Selain hitam, pabrik itu juga membuat pupuk warna biru dan putih. Hitam untuk jenis SP-36, biru diberi merek Prima Plus dan Mutiara, sedangkan putih hanya kaolin tanpa campuran. “Kaolinnya buat apa kami enggak tahu,” kata Iswanto.

Dia melanjutkan proses produksi tergantung pesanan. Satu pesanan bisa mencapai beberapa ton yang dikerjakan beberapa hari.

Baca Juga : Akhir Pekan Ini Jakarta Diperkirakan Masih Diguyur Hujan

Selama bahan tersedia produksi lancar. Pengadaan bahan dan pesanan diurus pemilik pabrik.

Iswanto dan teman-temannya tak mengetahui, hanya mengerjakan perintah pemilik pabrik. Saat tidak ada order proses produksi libur.

(aky)




Source link