Menyerang Paru, Begini Pengobatan Pneumonia agar Tak Semakin Memburuk : Okezone Lifestyle

0


Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang harus diwaspadai. Karena penyakit radang paru ini bisa sampai menyebabkan kematian.

Karena itu, dibutuhkan penanganan yang tepat dalam pengobatan pneumonia. Penanganan pneumonia sendiri, tergantung dari tipe pneumonia yang diidap, seberapa parah, dan kondisi kesehatan secara umum orang yang mengalami pneumonia itu sendiri.

Biasanya dokter akan meresepkan obat-obatan untuk mengatasi pneumonia tersebut. Obat yang diresepkan oleh dokter sesuai dengan penyebab spesifik pneumonia yang dialami.

Minum Obat

Pertama ada pengobatan secara oral, yakni obat antibiotik yang diminum. Pengobatan oral ini disebutkan biasanya dapat mengatasi pneumonia yang disebabkan oleh bakteri.

Berbeda dengan yang disebabkan oleh bakteri, pneumonia akibat virus tidak bisa diatasi dengan obat-obatan antibiotik. Di beberapa kasus, dokter bisa saja kemungkinan memberikan anti-virus.

Obat-obatan anti-fungal biasanya digunakan untuk melawan pneumonia yang disebabkan oleh jamur. Obat-obatan ini kemungkinan harus diminum rutin selama beberapa minggu untuk membersihkan infeksi yang ada.

Untuk perawatan di rumah, dokter mungkin juga merekomendasikan obat-obatan over-the-counter (OTC) yang berfungsi untuk meringankan rasa sakit dan demam. Obat-obatan ini contohnya termasuk mulai dari aspirin, ibuprofen, dan aceminophen.

Selama menjalani pengobatan, kita bisa membantu untuk mempercepat prosesnya dengan banyak beristirahat dan meminum cukup banyak air mineral.

Tetapi, jika gejala-gejala yang dialami sangat parah atau mengalami gangguan kesehatan lainnya. Maka mungkin saja Anda perlu dirawat di rumah sakit, sehingga dokter dan perawat bisa kerap memeriksa temperatur tubuh, ritme pernafasan, dan denyut jantung.

Cek Kesehatan

Perawatan di rumah sakit bisa terdiri dari penyuntikan antibiotik, dan antibiotik intravenous yang disuntikkan ke pembuluh darah. Lalu ada juga terapi respiratory, pemberian obat-obatan khusus langsung ke paru-paru atau bisa juga berupa latihan pernafasan agar oksigenisasi bisa maksimal.

Terakhir ada terapi oksigen yang bisa dilakukan melalui tabung hidung, masker wajah atau ventilator. Terapi ini bertujuan untuk mempertahankan kadar oksigen di dalam darah. Demikian sebagaimana diwarta Healthline, Senin (13/1/2020).



Source link