Jokowi Tawarkan UEA Investasi di Ibu Kota Baru : Okezone Economy

0


JAKARTA – Uni Emirat Arab (UEA) menggelontorkan investasi senilai USD22,89 miliar ke Indonesia untuk 16 proyek. Adapun rincian dari kerjasama ekonomi ini meliputi kerja sama antar-pemerintah kedua negara (Government to government/G2G) dengan 5 proyek dan business to business (B2B) dengan 11 proyek.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, dari total investasi yang digelontorkan oleh UEA, Putera Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ) meminta untuk bisa berinvestasi di sebuah pulau. Namun mereka memiliki catatan khusus jika pulau yang akan dijadikan tempat berinvestasi ini harus memiliki udara yang bersih dengan pantai yang bagus.

Baca Juga: Bertemu Jokowi, IDFC Investasi USD5 Miliar di Infrastruktur dan Teknologi Digital

Oleh karena itu, dirinya menawarkan kepada UEA untuk ikut serta dalam pembangunan Ibu Kota baru. Presiden Jokowi menginginkan agar UEA bisa menjadi semacam ketua dewan pengarah untuk pembangunan Ibu Kota Baru.

“Titlenya masih belum ditentukan, tetapi beliau akan berperan sebagai dewan pengarah bersama beberapa nama lain. Presiden menekankan bahwa dalam pembangunan Ibu Kota Baru, untuk pembangunan gedung dan fasilitas pemerintahan dilakukan seluruhnya dengan dana APBN, selain dari itu, akan dilakukan dengan dana swasta dan investasi,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (13/1/2020).

jokowi

Selain itu lanjut Menko Luhut, UEA juga menyinggung sedikit wacana investasi di Aceh. Menurut mereka, jarak tempuh yang relatif lebih dekatlah yang membuat UEA tertarik di kota yang disebut sebagai Serambi Mekahnya Indonesia ini.

“Pekan depan pihak UEA dan pemerintah provinsi akan membicarakan ini, alasan mereka ingin berinvestasi di Aceh karena jarak terbang dari Abu Dhabi kira-kira hanya 5 jam,” kata Menko Luhut.

Baca Juga: Presiden Jokowi Ajak Jepang Investasi di Pulau-Pulau Terluar

Menko Luhut menambahkan, pihak UEA juga menawarkan kerja sama dalam pendidikan bagi para ulama, dan kerja sama di bidang teknologi. Karena menurutnya, selama ini masih sangat jarang sekali kerjasama pendidikan dengan negara-negara di timur tengah.

“Selama ini menurutnya kita hanya melihat ke barat, inilah saatnya kita melihat dan bekerja sama dengan Timur,” jelas Menko Luhut.

(kmj)



Source link